Selasa, 01 Maret 2016

Bait Al Quran Al Akbar



PalembangHistory - Lokasi nya tidak jauh dari Jembatan Musi 2 Palembang, tepatnya di di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lrg Budiman, No 1009 Kelurahan 36 ilir Kecamatan Gandus Palembang, (-3.018379,104.7401531), lebih kurang 15 KM dari Jembatan Musi 2 ke arah gandus.



Sejarah Singkat Pembuatan Al Quran Al Akbar 

Gagasan pembuatan Al Quran terbesar ini tercetus pada tahun 2002, setelah penulis merampungkan pemasangan kaligrafi pintu dan ornamen Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, dari sana terpikir untuk membuat mushaf Al Quran dengan ornamen dan ukiran khas Palembang, maka dimalam bulan Ramadhan tergambar dalam pemikiran penulis sebuah Al Quran Raksasa yang terbuat dari kayu dan menjadi mushaf yang terbesar di dunia.



Dengan niat ikhlas dan Ridho Allah SWT, sebagai pencinta seni kaligrafi dan ukiran khas Palembang, serta demi kelestarian seni ini, gagasan tersebut mulai dikerjakan, penulis akhirnya menyelesaikan 1 keping lembaran kaligrafi Al Quran, kemudian memperlihatkan kepada salah satu Tokoh Palembang, H Marzuki Alie, dengan harapan Beliau mau mengajak sahabat, dermawan dan relasinya untuk mensuport pembuatan Al Quran Al Akbar ini.

Tepat 1 Muharram 1423 H / 15 Maret 2002, atas inisiatif H Marzuki Alie, dan pengurus masjid Agung Palembang, Tampak 1 Keping Al Quran Al Akbar (Surah al Fatihah) yang terbuat dari kayu tembesu, berukuran 177 cm x 140 cm dengan ketebalan 2,5 cm, dipajang pada acara bazar peringatan tahun baru Islam yang diketuai oleh H Marzuki Alie sendiri.

Proses pembuatan Al Quran terbesar ini dikerjakan dikediaman penulis kaligrafi  tersebut di Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lrg Budiman, No 1009 Kelurahan 35 Ilir Palembang, Pembuatan Al Quran Raksasa ini semula diperkirakan selesai tahun 2004, tetapi molor dari target yang diperkirakan, karena terkendala dana dan bahan baku kayu yang dibutuhkan.

Semula harga kayu tembesu 2 Juta Rupiah perkubik mengalami kenaikan menjadi 7 Juta hingga 10 Juta Perkubiknya, padahal anggaran kayu dan tinta yang tercantum pada proposal hanya 2 Juta per Item, Mengenai hal ini tim penggarap tidaklah memikirkan keuntungan, karena pembuatan Al Quran ini adalah Kerja Amal, sehingga kendala tersebut niscaya yakin dapat teratasi dengan baik, bagi kami ini adalah mahakarya dan menjadikannya sebagai lahan pengabdian bagi Agama tercinta.

Pemilihan kayu tembesu merupakan kayu asli kota Palembang, yang juga digabung dengan ukiran khas Palembang, sehingga merupakan promosi kebudayaan khas Palembang.
Sebelum diukir diatas papan, ayat ayat Al Quran terlebih dahulu ditulis di atas kertas karton, lalu tulisan ini dijiplak diatas kertas minyak, sebelumnya tulisan ayat Al Quran diatas kertas karton ini dikoreksi oleh tim pentashih, sehingga jika terjadi kesalahan bisa langsung diperbaiki.

Kemudian kertas minyak tersebut ditempel keatas papan yang sudah disiapkan, hurup-hurup diatas kertas minyak ini menjadi petunjuk bentuk hurup kaligrafi ayat Al Quran yang harus diukir, dalam menulis kaligrafi ayat Al Quran dengan bentuk ukiran ini, Penulis menggunakan jenis hurup atau kaligrafi Khat Nashki standar tulisan Al Quran, yang dijadikan standar terbitan Arab Saudi dan kementerian Agama RI, Untuk tajwidnya, penulis menggunakan tajwid standar Kementerian Agama RI.

Untuk membingkai Ayat Ayat Al Quran itu, ditepi lembar Al Quran raksasa dihiasi dengan ukiran ornament khas Palembang. Untuk memperlancar agenda ini serta akuntabilitas kepada publik, maka H Marzuki Alie meminta pada Gubernur Sumatera Selatan, H Rosihan Arsyad agar menyusun dan mengeluarkan SK Panitia pembuatan Al Quran Al Akbar.

Lalu dibentuklah tim pembuatan Al Quran Al Akbar di Palembang, Panitia ini terdiri dari Pelindung dan Penasehat: H Taufik Kiemas, H. Rosihan Arsyad (Gubernur Sumatera Selatan waktu itu), KH Dr Kgs Oesman Said PSOG, H Husni, dan Dr H Jalaluddin. Dewan pembina terdiri dari KH. M. Zen Syukri, Dr. J. Suyuti Pulungan, Prof Dr Aflatun Mukhtar, Yayasan Masjid Agung Palembang, dan Yayasan Alhlul Quran , sementara pengurus lain, Ketua Umum Ir. H. Bakti Setiawan, Ketua Harian H Marzuki Alie, Sekretaris RHM Adi Rasyidi dan Bendahara Hj. Asmawati.

Kepanatiaan ini juga dibantu oleh bebarapa seksi, seperti seksi dana diketuai oleh H Roni Hanan, seksi umum dan logistik diketuai oleh HM Noerdin, seksi humas dan promosi diketuai oleh M Skri Ibn Soha dan koordinator pelaksana teknis diketuai oleh Syofwatillah Mohzaib.
Secara khusus untuk mengoreksi isi Al Quran tersebut, telah dibentuk tim pentashih yang beranggotakan ulama cukup berpengaruh dan berpengalaman di Sumatera Selatan, mereka adalah KH A Sazily Mustafa (alm), KH Kgs Nawawi Dencik, KH Abdul Qadir (alm), KH Hasnuri Royani (alm), KH Abdul Qudus (alm), KH Suhaimi Muhit dan KH Muslim Ansori, dibantu dosen IAIN Raden Fatah Drs. Sanusi Goloman Nasution.

Pada tahun 2008, pembuatan Al Quran telah rampung, Al Quran ini terdiri atas dua cover (sampul), Halaman 1 - 604 sebanyak 306 lembar terdiri atas juz 1 - 30, sedangkan halaman 305-630 berisi 17 lembar yang didalamnya berupa hiasan Al Quran, daftar isi dan daftar halaman, tajwid, sambutan-sambutan mukadimah, pengesahan pentashih, panitia dan daftar donatur dan partisan, tebal keseluruhannya termasuk cover mencapai 9 meter.


Alhamdulillah pada hari kamis, 14 Mei 2009 dapat diluncurkan di masjid Agung Palembang, oleh kepala departemen Agama Provinsi Sumatera Selatan, H Najib Haitami, yang dihadiri oleh para Hafizh, hafizah se Sumatera Selatan, peluncuran tersebut bertujuan untuk memperlihatkan kepada bahwa Al Quran Al Akbar telah selesai 30 Juz dan dengan harapan agar masyarakat dapat memberikan masukkan serta koreksi jika masih ada kesalahan-kesalahan.
 
Meski telah dilakukan koreksi dan dibaca berulang ulang oleh pakar tersebut, ternyata masih ada kekurangan huruf atau terbalik, salah satunya ditemukan oleh KH Dr Hidayah Nur Wahid, Anggota DPR RI, saat berkunjung ke Palembang bersama rombongan Ketua DPR RI Dr H Marzuki Alie, kesalahan tersebut segera diperbaiki.

Seiring perjalanan itu, pada tahun 2010, H Marzuki Alie, terpilih sebagai Presiden PUIC (Parlement Union of OIC Mamber State / Persatuan Negara Negara Organisasi Konferensi Islam) di Kampala Urganda. Konferensi PUIC berikutnya dilaksanakan pada 25-30 Januari 2012 dikota Palembang, yang dihadiri oleh sekitar 50 Negara. Maka momentum inilah diharapkan dapat diremikannya Al Quran Al Akbar oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus dilakukan penandatanganan prasasti Al Quran Al Akbar oleh peserta konferensi PUIC. Serta menobatkan sebagai Al Quran Terbesar Dunia dari jenis ukiran kayu khas Palembang. Pada perhelatan ini juga akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan meseum Al Quran Al Akbar yang berlokasi di komplek Pesantren Modern IGM Al Ihsaniyah. 

(Sumber : Wikipedia)

1 komentar: